Lafaz Sakinah Abah

“Sekiranya masih ada kesempatan Abah, Abah sendiri akan menjadi wali dan juru nikah untuk semua anak-anak perempuan Abah. Itulah tanggungjawab Abah yang terakhir untuk anak-anak perempuan Abah dan Abah sendiri akan lepaskan anak-anak perempuan Abah kepada lelaki yang SAH menjadi suami anak-anak perempuan Abah”.

😥

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Heningnya
Sunyi suasana
Lafaz sakinah bermula

Apa rasa
Diterjemah hanya
Sebak abah tangis ibunda

Adalah aku wali puteriku
Serah kini amanahku ini padamu
Nafkahilah dia curah kasih dan cinta
Lebih dari yang ku berikan kepadanya
Dulu esakannya sandar di bahuku
Tangisannya kini ku serah padamu
Bukan bermakna dia bukan milikku
Fitrahnya perlukanmu
Jadikanlah dia wanita syurga
Mengerti benar akan maharnya
Taat itu bukan hanya pada nama
Indah ia pada maksudnya

Ku akur
Akan pesanmu
Puterimu kini amanahku

Iringilah
Dengan doamu
Bahagia kami dari redhamu

Pure love

It’s everything about Allah
The pure love to our soul
Who have created you and me,
The heaven and whole universe
The One that made us hold and free
The Guardian of His True believers

So when the time gets hard
There’s no way to turn
As He promises to you
He’ll always be there
To bless us with His love and His mercy coz
As He promises to you
He’ll always be there

He’s always watching us, guiding us
And He knows what’s in our little heart
So when you lose your way to Allah
You should turn
As He promises to you He’ll always be there …

Could bring the sun from the darkness
Into the light
Subhanallah
Capable of everything
Should never feel afraid of anything
As long as we follow His guidance
All the way through a short time
We have in this life
Soon it’ll all be over
And we’ll be in His heaven
And we’ll all be fined

I'll be fine, just not today.

I’ll be fine, just not today.

Sahabatku ~~

Kau ada dikala ku suka
Dikala ku duka
setiap tangisan dan juga ketawa
Kau ada dikala ku perlu
setia menemaniku
Pegang erat tanganku bila aku jatuh

Kau lah yang selalu
Selalu menemaniku
Mendengar kisah pahit manis
Hidup ku

Kau lah yang di situ
Setia menunggu ku
Kau lah yang satu
Menjadi sahabatku

Sahabatku.

You're true blue, I'm ragging red, together we're passionate purple, we clash at time, but we also mixed when we oppose each other, but when we work together, we blend like beautiful music, I guess that why we're friend until the Jannah InshaAllah. <3 :)

You’re true blue, I’m ragging red, together we’re passionate purple, we clash at time, but we also mixed when we oppose each other, but when we work together, we blend like beautiful music, I pray we’re be friend until Jannah InshaAllah.

 

No need of word... LOL :)

No need of word… LOL 🙂

 

“A true friend is a person who is there for you through think and thin. They don’t judge you by the clothes you wear, or the size of your house. They love you no matter what. They are a shoulder to cry on, or a partner to laugh with. They stand by you in your times of need, and listen when you are excited. They know every little about you. They stand up for you when others don’t.”

Anas relates that the Prophet (PBUH) said: “None of you truly believes until he loves for his brother what he loves for himself.” [Sahîh al-Bukhârî and Sahîh Muslim]

With Love : Nur

.: Father <3 Daughter Discussion :.

Abah, Abby (Adik form 5 next year) dan saya…

Disebabkan keadaan rumah yang tengah mood sambut menantu, abah nampak “semacam” sikit. Mungkin kerana akan melepaskan salah seorang anak gadisnya tidak lama lagi atau mungkin juga tak sabar untuk tambah ahli “geng tengok bola” tidak lama lagi. Walau apapun, inilah kisah yang baru terjadi sebentar tadi.

Tadi, hanya tinggal kami bertiga di rumah. Mak, aina, dedek + menantu pergi butik andaman, kakak + abang bekerja. Kesempatan yang ada, kami berborak sesama sendiri.

Aduhai ayah...

Aduhai ayah…

Abby : Kalau abby nak kahwin,abby rasa nak booking butik kat sarawak lah abah.

Abah : Abby, lameee lagi abby nak kahwin. Bukan main lagi perancangan. Abby, kalau nak kahwin kena ada ijazah dulu. Kalau abah tengok ada 1 je tanda kat Fb abby ber”couple” SIAP!. Abah tak kan bayar broadband.

Saya : Yeay! Maksudnya saya dah boleh kawen lah tahun depan? haha.. Saya kan dah ada ijazah

Abah : Awak kalau nak kahwin, kena dapatkan Master dulu.

Abby : Laa…xpelah. Baik kahwin cepat. Cari yang Halal.

Saya : Amboi, bukan main lagi abby. Advance!

Abah : Walau apapun, ingat pesan Abah. Belajar,kerja, kukuhkan kewangan. Cepat atau lambat, pastikan bersedia tanggung amanah.

————————————————————-

Seusai abah sebut amanah, terus terdiam. Abah pun terus bangun dari meja persidangan a.k.a meja dapur. Abby pulak sibuk dengan “shake”nya.

Betul cakap abah. Nak kahwin, semua orang boleh berkahwin. Tapi adakah sudah bersedia untuk galas amanah yang akan dititipkan seusai akad dilafazkan. Suami diberi amanah menjaga isteri, anak-anak, keluarga, nafkah dan sebagainya. Begitu juga amanah yang akan dipikul oleh isteri. Bagaimana pula amanah dalam didikan agama. Seimbang dunia dan seimbang juga akhiratnya.

Allahurabbi.

Abah, terima kasih atas pesanan ringkasmu.

Aku amat mengerti, sampai saatnya nanti. Saat dimana engkau menjadi Wali ku, kau sangat sukar melepaskan aku pergi. Berat untuk engkau alihkan tanggungjawab atas diriku kepada sosok insan lain setelah berjuta-juta pengorbanan engkau curahkan kepadaku. :’)

I LOVE YOU.

You know how much you mean to me??

You know how much you mean to me??

Ikatan :)

“ Wahai Tuhanku, betapa telah Kau aturkan perkenalan sehingga membenihnya persahabatan dan Kau pupuk ia tumbuh subur di hati kami agar bercambah keimanan. Namun andai hadirku menjadi ulat yang merosakkan antara dia denganMU, maka tidak ada tangguh untukku berundur dari dalam hidupnya.

KeranaMu Tuhanku, saat aku memohon teman yang mengemburkan keimanan dan Kau anugerahkan dia menjadi pohon singgahana agar rimbunnya menjadi teduhanku dari bahang kemarau kehidupan. Bagaimana Kau meminta dia dariku kembali, sedang aku dan dia nyata milik-MU.

PadaMu kuserahkannya, andai pengorbanan itu mahar keredhaan. Kerana saat Kau hadirkan pertemuan, telahku redha untuk sebuah perpisahan.”

Pernahkah kita bertemu dengan seseorang yang tidak pernah kita kenal siapa dia, tidak pernah kita tanyakan dari mana asalnya. Dan dia duduk seketika bersama kita, menyinggahi kamar kehidupan dan meninggalkan kalam bisunya di ruangan jiwa.

Dimensi pertemuan itu berbeza, saat kita tidak pernah melihat wajahnya namun kita bagai tahu bagaimana redup pandangannya. Dan tika kita tidak pernah sekali pun mendengar suaranya, kita bagai kenal nada bahasanya.

Dan kita tertawan pada agamanya, saat tazkirah dan nasihat menjadi utusan hatinya..saat hadis-hadis Baginda bermain dalam ratib bahasanya dan Al Huda menjadi ayat karangan jiwanya. Dan bagi kita,sahabat adalah keperluan jiwa. Dialah ladang hati, yang kita taburi dengan kasih dan kita tuai dengan penuh rasa terima kasih. Dan pada kita, dialah anugerah istimewa dariNya saat kita memohon padaNya memilih teman perjalanan yang terbaik dalam kembara perjuangan di jalanNya.

Begitu tika Dia hadirkannya berkali-kali menemani lena kita, saat istikharah yang kita pinta menjadi jawapanNya. Sehingga seluruh jiwa kita menyangka dialah sahabat yang bakal menjadi menjadi tonggak perjuangan selama masa kehidupan. Dan tika itu kita mengharapkan persahabatan yang berpanjangan dengan ikatan yang lebih kukuh dan diredhai..agar utusan hatinya sentiasa menemani kita, ratib bahasanya terus didendangkan di telinga dan karangan jiwanya terus kemas terukir saat kita alpa.

Dan tidak pernah ada prasangka, bagaimana andai hadir kita memberi masalah padanya..kewujudan kita tanpa sedar mengganggu hatinya bertemu Pencipta. Dan kita terpaku tiba-tiba, dari doa yang kita pohon agar persahabatan dinaungi rahmatNya tiba-tiba bertukar cela. Mungkinkah dalam persahabatan itu penuh terpalit dosa, apakah nasihat kita melaghokan jiwanya..saat kita bersahabat kerana agamaNya.

Namun tiba saat mengharuskan kita sedar, saat pertemuan diqasadkan untuk memburu redhaNya maka perpisahan keranaNya pasti membuah makna. Tika kita merunduk tawadhu` pada ketentuanNya dalam kudus jiwa kita membelas pada ketentuan takdir.. yakinlah Dia tidak pernah menganiaya hambaNya.

Kalau kehadiran dianggap menyusahkan, moga pemergian menghembuskan ketenangan. Bila membenih subur kerana ukhuwwah, biar jatuh gugur dalam mahabbah. Kerana daun yang jatuh takkan sekali-kali membenci angin. Dan amankanlah hatimu dengan janjiNya :“..Dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya.” Fussilat::46.